| BALAI PENYULUHAN PERTANIAN ( BPP ) TIRIS KECAMATAN TIRIS – KABUPATEN PROBOLINGGO Jalan Raya Segaran – 01 Tiris www.bpptiris.com - Email. anangtiris@gmail.com |
BUDIDAYA MANGGIS
Oleh :
ANANG BUDI PRASETYO,SP
PPL BPP TIRIS
Manggis (Garcinia magostana L.) dikenal sebagai Ratunya Buah (“Queen of the Fruits”) Manggis banyak mengandung kalori, air, vitamin C, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, abu, kalsium, fosfat, zat besi, thiamin, riboflavin dan niasin.
SYARAT TUMBUH MANGGIS
Ø Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 meter diatas permukaan laut.
Ø Suhu udara optimal berkisar antara 22– 32 C
Ø Curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun merata sepanjang tahun
Ø Kelembaban udara 80 %.
Ø Jenis tanah yang ideal adalah latosol, berdrainase baik, pH tanah 5,0 – 7,0 dengan kedalaman lapisan olah tanah 50 – 200 cm.
PERBANYAKAN TANAMAN
Manggis diperbanyak melalui biji, sambung pucuk dan susuan. Bibit yang direkomendasikan adalah bibit yang berasal dari biji. Keuntungan bibit dari biji adalah tanaman mempunyai sosok batang yang tegak dan kekar, bentuk tajuk ideal, produktivitas tinggi dan tahan terhadap penyakit, tetapi umur berbuah agak lama, sekitar 8 – 10 tahun.
PERSIAPAN LAHAN
Lahan sebaiknya bersih dari tunggul, sisa tanaman yang ditebang, pepohonan, semak belukar dan gulma. Pengolahan tanah dilakukan sebelum musim hujan.
PENANAMAN
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 100x100 x 50 cm untuk tanah gembur. Tanah galian bagian atas dipisah dengan tanah galian bagian bawah. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama 2 minggu. Selanjutnya, tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 30 kg, Urea 50 gr, TSP 25 gr dan KCl 20 gr per lubang tanam. Jarak tanam ideal manggis adalah 10 x 10 m terutama untuk benih asal biji, sedangkan dari sambung/susuan sebaiknya 5 x 5 m. Sebagai tanaman pelindung dapat menggunakan tanaman pisang dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar lahan akan terdapat 100 pohon manggis dan 1500 pohon pisang.
Sebaiknya pohon pelindung ditanam 2 bulan sebelum tanaman manggis ditanam. Untuk setiap tanaman yang telah ditanam sebaiknya diberi mulsa dari sisa tanaman/daun dibawah tajuk pohon, sehingga kondisi disekitar tanaman menjadi lembab.
PEMELIHARAAN
Dosis pemupukan manggis tergantung pada umur tanaman
| Umur Tanaman ( Tahun ) | Pupuk Kandang ( Kg/ Pohon ) | Urea ( Grm/Phn) | SP-36 ( Grm/Phn) | KCL ( Grm/Phn) |
| 1 – 2 | 20 | 50 | 25 | 25 |
| 2 – 4 | 20 | 100 | 50 | 50 |
| 4 – 6 | 20 | 200 | 100 | 100 |
| 6 – 8 | 40 | 400 | 800 | 800 |
| 8 – 10 | 80 | 800 | 1.500 | 1.500 |
| >-10 | 80 | 1.000 | 2.500 | 2.500 |
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu setengah dosis sesudah panen dan setengah dosis lagi menjelang berbunga. Pupuk diberikan dalam larikan melingkar sedalam 10 – 20 cm tepatnya di bawah tepi ujung tajuk.
Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan, pengairan tanaman dilakukan 1 – 2 kali sehari, terutama pada musim kemarau agar tanah selalu terjaga kelembabannya. Setelah tanaman berumur di atas 2 tahun, interval pengairan dapat dikurangi secara bertahap. Pengairan/ penyiraman dilakukan melalui irigasi tetes atau menggunakan selang air atau alat bantu gembor.
Pemangkasan
Pemangkasan hanya dilakukan terhadap dahan atau ranting yang kering dan terserang hama penyakit, serta tunas-tunas air yang pertumbuhannya sangat cepat. Pemangkasan perawatan dilakukan setelah manggis dipanen.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama
Ulat daun (Stictoptera signifera)
Menggerek daun yang masih muda sehingga tampak gundul. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Carbaryl, Bayrusil atau Supraccide.
Kutu api
Menyerang tanaman yang sedang berbunga da berbuah. Gejala serangan terlihat lubang-lubang kecil pada buah yang mengakibatkan keluarnya getah. Kulit buah menjadi berbintik-bintik.Pengendalian dengan penyemprotan insektisida Carbaryl, Bayrusil atau Supracide pada saat tanaman mengeluarkan bunga sampai terbentuknya buah muda
Penyakit.
Penyakit Cendawan
Pestalotia flagisettula, Botrydiplodia sp, mengeras dan bila dibuka kulitnya bagian dalam tampak lengket dan sebagian daging buahnya busuk.
Cendawan Pellicularia kolerago
Serangan pada manggis yang tumbuh di tempat terlindung dan lembab. Warna daun berubah cokelat, kering dan rapuh.
Penyakit Getah Kuning
Penyakit getah kuning menjadi masalah utama yang sampai sekarang belum dapat diantisipasi dengan baik. Beberapa dugaan yang menjadi penyebab salah satunya adalah karena terjadinya benturan antar buah pada saat buah masih muda dan kemudian memudahkan pathogen masuk dan berkembang di dalam buah.
Penyakit Diplodia pada Batang
Pengendalian penyakit jamur yang menyerang batang dan cabang utama pada manggis dapat diantisipasi dengan pelaburan bubur California , yaitu campuran antara kapur tohor : belerang dan air dengan perbandingan 1:1:10. Cara penyamputan adalah bubur California disaputkan pada batang utama dan cabang utama dari atas tanah sampai ketinggian 1,5 m di atas permukaan tanah. Penyaputan dilakukan 2 kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan.
PANEN.
Manggis yang berasal dari biji dapat dipanen setelah umur 8–10 tahun, sedangkan dari sambung/ susuan umur 5 – 6 tahun. Pemanenan buah manggis sangat tergantung pada tujuan pemasaran.
Manggis untuk eksport dipanen pada umur 104 – 108. Setelah Bunga Mekar (SBM) dengan kriteria kulit buah berwarna ungu kemerah-merahan atau merah muda dan kulit masih hijau dengan ungu merah mencapai 10–25 %, warna ungu merahnya mencapai 50 % masih bisa diterima.
Pemanenan manggis dapat menggunakan galah yang dilengkapi kantong, terutama pemanenan pada buah yang ada pada ujung ranting yang tinggi.
PASCA PANEN
Pilihlah buah manggis yang berwarna hijau dengan setitik noda ungu sampai ungu merah 50 %. Dan mulus, lalu pisahkan getah yang menempel pada permukaan kulit buah dengan kain halus/bersih, kemudian pilih buah dengan daging buah yang mulus, tidak bergetah dan tidak bening warnanya. Pengkelasan mutu buah manggis umumnya dilakukan berdasarkan ukuran buahnya. Ukuran buah manggis dibagi atas 3 grade : Super A berisi 6 – 8 buah/kg, grade A berisi 9 - 13 buah/kg dan grade AA berisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar