PERAN PENGURUS
KELOMPOK DALAM MENGGERAKKAN KELOMPOK
Oleh :
ANANG BUDI
PRASETYO,SP
PPL BPP KECAMATAN
TIRIS
KABUPATEN PROBOLINGGO
Pada awal terbentuknya kelompok tani, ditandai dengan berkumpulnya
sejumlah petani yang mempunyai keinginan untuk memperbaiki taraf hidup dan
mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pada waktu itu mereka belum terkoordinir
dengan baik, karena belum mempunyai
pengurus kelompok. Mereka adalah beberapa orang petani yang mengambil prakarsa untuk
mengkoordinir teman-temannya sesama petani. Pada tahap berikutnya mereka mulai
membahas beberapa hal yang berkaitan dengan tujuan berkelompok, aturan-aturan kelompok
serta pendanaan dan lain-lain, maka mereka mulai memikirkan kepengurusan
kelompok, yang nantinya merupakan orang-orang yang akan menggerakan kelompok tersebut.
Peran pengurus kelompok adalah untuk menjaga kekompakan
kelompok dan juga berperan sebagai penggerak kelompok itu agar dapat berjalan
dengan baik, sehingga dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu kedudukan dan perannya
sangat penting. Pengurus kelompok dengan dedikasi yang tinggi, jujur dan penuh
keikhlasan akan membawa kelompoknya menjadi suatu kelembagaan petani yang
mantap, maju dan mandiri. Oleh karena itu peran pengurus kelompok adalah:
1. Mengkoordinasikan semua kegiatan kelompok sesuai dengan
tujuan/cita-cita kelompok,
2. Menjaga hubungan antara sesama anggota,
3. Mengambil prakarsa untuk berhubungan dengan orang atau
lembaga lain,
4. Mengembangkan partisipasi dari seluruh anggota,
5. Menyusun rencana-rencana kegiatan kelompok,
6. Memonitor
perkembangan dan meningkatkan kemajuan kelompok. Di lain pihak, anggota kelompok
yang terdiri dari petani harus bersikap aktif dan mau bekerja sama dengan
pengurus.
Dengan demikian terjadilah sinergi antara pengurus dan
anggota sehingga kelompok akan menjadi kuat, maju dan berkembang.
Ciri-ciri
pengurus kelompok yang baik. Pengurus kelompok adalah individu-individu yang
mempunyai ciri-ciri sebagaimana seorang pemimpin, karena itu pengurus harus
memiliki ciri-ciri sebagai berikut: jujur, sabar, bersedia mendengar dan
menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab, mampu memotivasi
anggota-anggotanya, mampu menengahi perbedaan pendapat diantara sesama anggota
dan mampu mengambil prakarsa-prakarsa untuk kemajuan kelompok.
Ciri-ciri
kelompok yang kompak sbb:
1. Anggota-anggotanya tidak sering berganti-ganti (keluar-
masuk),
2. Ada perasaan yang sama diantara sesama anggota ( perasaan
senasib dan sepenanggungan),
3. Pada setiap pertemuan semua anggota hadir kecuali ada
halangan,
4. Mempunyai aturan-aturan yang disepakati dan dilaksanakan
dengan baik,
5. Pada setiap pembicaraan, tidak ada pendapat atau pikiran
yang terlalu jauh berbeda dengan pendapat atau pikiran-pikiran yang lain
Kelompok
dapat diharapkan tetap utuh, akitf dan dinamis apabila:
1. Tujuan kelompok
jelas dan diketahui oleh seluruh anggotanya,
2. Ada pengurus yang dibentuk sesuai dengan tujuan kelompok,
3. Komunikasi dalam kelompok baik, mulai dari ketua sampai
anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan dan memberikan umpan balik,
4. Kerjasama di dalam kelompok maupun pihak luar dapat
berlangsung dengan baik,
5. Ada keterikatan yang kuat diantara sesama anggota,
6. Suasana kelompok harmonis, setia kawan dan saling
percaya,
7. Aturan yang disusun berdasarkan kesepakatan ditaati dan
dilaksanakan.
Penggantian pengurus kelompok dilakasanakan apabila masa
kepengurusan sesuai kesepakatan telah habis/berakhir, diikuti dengan pemilihan
pengurus kelompok yang baru. Dalam pemilihan itu, pengurus yang lama dapat saja
terpilih kembali apabila seluruh anggota sepakat. Demikian juga pergantian
pengurus dapat juga dilakukan sebelum masa kepengurusannya berakhir, yaitu
apabila seluruh atau sebagian besar anggota menghendaki ini dengan alasannya
harus jelas yaitu untuk kepentingan kelompok.
Langkah-langkah
pergantian pengurus kelompok. Berilah kesempatan kepada setiap anggota kelompok
untuk berperan sebagai pengurus, misalnya dalam:
1. Memimpin pertemuan,
2. Mencatat hasil pertemuan dan mencatat keluar masuk uang,
3. Mewakili pengurus menjelaskan keadaan kelompok bila ada
tamu.
Setiap
anggota mengamati siapa-siapa saja yang ternyata punya bakat atau punya
kemampuan untuk menjadi ketua, sekretaris atau bendahara kelompok, setelah
diperoleh calon-calonnya kemudian latih dan diberi kesempatan untuk mewakili
tugas-tugas pengurus. Pada saatnya pemilihan pengurus baru, mereka itu masuk
calon. Kerena pemilihan pengurus dilakukan secara demokratis, maka bisa saja
pengurus lama terpilih lagi atau yang baru-baru yang terpilih. Perlu diingat
bahwa setiap kali pengurus baru terpilih, tetapkan (secara musyawarah) berapa
lama masa jabatannya/kepengurusannya.
Sumber Informasi :
Dinamika
dan Kerjasama Kelompok, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian
2005)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar